Selasa, 02 November 2010

Fenomena Hipnotis Sebenarnya Terjadi Dalam Keseharian Kita





Ilustrasi: Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar  
kita telah mengalami hipnosis. Tepatnya kita telah tanpa sadar  
terhipnosis oleh sesuatu peristiwa atau situasi yang kita hadapi. (foto:
  Google)








Ilustrasi: Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita telah mengalami hipnosis. Tepatnya kita telah tanpa sadar terhipnosis oleh sesuatu peristiwa atau situasi yang kita hadapi. (foto: Google)



Kejahatan dengan cara menghipnotis korbannya makin merajalela, apalagi pada saat meningkatnya arus mudik seperti minggu ini. Harta yang menjadi sasaran terutama uang tunai di tangan korban, telepon seluler, perhiasan, bahkan sepeda motor. Selalu bersikap waspada dan meningkatkan konsentrasi bisa menjadi cara ampuh menghadang hipnotis.

Sebenarnya hipnoterapi merupakan bagian dari ilmu psikologi. Di sejumlah negara, praktik hipnoterapi ini sudah diakui oleh profesi kedokteran. Pada intinya metode ini sangat bermanfaat untuk membantu mencari akar masalah hingga jauh ke bawah sadar untuk kemudian memperbaikinya.

Hipnotis pada dasarnya adalah memasukkan beberapa sugesti ke dalam pikiran orang sehingga pikiran yang lama terbuang. Sugesti itu dimasukkan dengan perkataan yang monoton, menghitung mundur atau menggerakkan bandul di depan subyek. Dalam masyarakat kita ada beberapa orang yang tergolong sebagai orang yang gampang tersugesti. Orang seperti inilah yang gampang terhipnotis.

Menurut psikolog Irna Minauli, MPsi, seseorang yang dalam kondisi lengah, banyak pikiran, dan tidak fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan, sangat mudah untuk menjadi korban pelaku hipnotis. Terlebih, jika seseorang itu memiliki sikap yang penurut, tidak kritis, dan mudah dipengaruhi akan memudahkan pelaku untuk menggiring pikiran korban kejahatan itu agar menuruti segala yang perintah. "Pastinya saat daya konsentrasi sudah menurun sampai 75 persen maka besar peluang untuk dihipnotis," kata Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area itu. Untuk mencegahnya, ia menyarankan agar kita selalu waspada terhadap orang asing serta menghindari pikiran yang kosong. Kegiatan zikir, membaca buku, atau kegiatan lain yang sifatnya mengisi pikiran bisa dilakukan untuk mencegah hipnotis.

Selain itu, masyarakat perlu waspada bila seseorang yang tidak dikenal menyapa dengan ramah dan lemah lembut. Terlebih bila sapaan-sapaan yang dilontarkan dilanjutkan dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban "ya". "Kalau pelaku bertanya dan kita selalu menjawab ’ya’ sebanyak tiga kali maka mudah untuk memberi perintah selanjutnya," katanya seperti diberitakan oleh Antara

Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita telah mengalami hipnosis. Tepatnya kita telah tanpa sadar terhipnosis oleh sesuatu peristiwa atau situasi yang kita hadapi.

"Padahal yang paling berbahaya itu adalah hipnosis yang tidak disadari sebagai hipnosis," ujar Ariesandi Setyono, pendiri Akademi Hipnosis Indonesia. Contoh fenomena orang yang mengalami hipnosis tanpa disadari, menurut Ariesandi, adalah sebagai berikut:

* Menonton acara di televisi hingga terlarut, lalu tanpa sadar telah ikut menangis, ikut marah, ikut membenci, ikut jengkel, atau ikut tertawa.

* Mendapatkan luka gores yang tidak disadari, dan baru terasa ketika sedang bersantai.

* Ketika mencari sesuatu barang tidak bisa melihat atau menemukannya, padahal barang tersebut jelas-jelas ada dalam pandangan matanya (negative visual halusination).

* Timbul air liur saat membayangkan atau mendengar orang bercerita mengenai asamnya jeruk nipis.

* Selalu berbuat kesalahan ketika bertemu dengan persoalan tertentu.

* Selalu timbul rasa marah, jengkel, dan benci saat mengingat seseorang.

* Mimpi yang dirasakan seolah benar-benar terjadi.

* Timbul perasaan sedih atau sangat sentimentil ketika mendengarkan lagu-lagu tertentu.

* Dan lain-lain dan sebagainya.

Lantas apa bahayanya dengan hipnosis yang tidak disadari sebagai hipnosis itu? Menurut guru hipnoterapi yang banyak menulis buku-buku laris tentang meraih sukses ini, contohnya adalah bahwa orang-orang yang suka menonton sinetron akan mengalami nasib yang sama dengan lakon-lakon yang ditontonnya.

Mengapa demikian? Karena mereka menyerap nilai nilai yang sama dengan yang ditampilkan dalam sinetron itu.

source: http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/28736-fenomena-hipnosis-di-kehidupan-sehari-hari-yang-tak-kita-sadari.html

Ditemukan Piramida Raksasa Di Dasar Laut Bermuda


Belum lama ini, beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang, berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter.

Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.

Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.






Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Benarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut ;


“Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai seakrang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun.

Namun dibanyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.

source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5354559

Arkeolog Mesir Temukan Kepala Firaun Raksasa




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz0mBJp9uoLFdVyCWAsK_anOOGcYS8ofWatdPmZZvZU8BEYKj-eHic7KB82xhX6V9NIfp8kpQLJZFk-9oZkVYw24L8ZIwEy9yNYRXD_x5B_oCOcfbTW6GpH4MCRXsJth6qmcWRBJ_TwX0/s320/075908p.jpg

Para arkeolog di Mesir menemukan kepala raksasa dari granit merah di lokasi yang dikenal kaya dengan peninggalan Mesir kuno di Luxor.


Dewan Purbakala Mesir mencetuskan, Minggu (28/2/2010), bahwa kepala tersebut adalah citra dari salah satu firaun Mesir yang paling terkenal yang bertakhta kira-kira 3.400 tahun yang lalu.

Kepala batu dari Amenhotep III itu berukuran setinggi pria dewasa dan digali dari reruntuhan kuil yang juga merupakan kuburan firaun di kota selatan Luxor.

Kepala ekspedisi yang menemukan kepala tersebut mengatakan bahwa temuan ini adalah citra wajah Amenhotep III yang paling utuh sepanjang sejarah.
http://barbarossatravels.com/cms2/uploads/MSS/giza.jpg

"Patung lainnya biasanya sudah ada kerusakan, entah ujung hidungnya atau wajahnya sudah terkikis," kata Dr Hourig Sourouzian, yang telah memimpin tim ekspedisi Mesir-Eropa pada situs itu sejak 1999. "Tapi kali ini, dari ujung mahkotanya sampai dagu, semuanya terukir dan terpoles dengan indahnya, tak ada yang rusak," ungkapnya.

Kepala itu merupakan bagian dari sebuah patung besar yang ditemukan beberapa tahun lalu. Sebelumnya juga telah ditemukan bagian-bagian tubuh lain dari patung itu, yaitu lempengan pada punggung dan juga janggut adat yang nantinya akan disambung ke bagian kepala tadi.

Amenhotep III adalah kakek dari firaun kecil yang terkenal, yaitu Tutankhamun, yang memerintah pada 1387-1348 SM pada masa kejayaan Kerajaan Baru Mesir dan menguasai kerajaan yang luas menghampar dari Nubia di selatan hingga Syria di utara.

Sourouzian mengatakan bahwa sang firaun itu masyur karena memimpin Mesir pada masa keemasannya di zaman ketika perdamaian dan kemewahan tersebar di seluruh kerajaannya. Para pengrajin masa itu juga mempertajam keahlian artistik mereka sehingga terlihat dari bentuk simetris kepala yang ditemukan itu.


"Andaikata dia (Amenhotep III) benar-benar mirip patung ini, berarti ia pria yang sangat sangat tampan," ucapnya.

Kuil pekuburan Amenhotep III sangat luas, tetapi sebagian besar telah rusak, mungkin karena banjir. Kini tembok-temboknya pun tak banyak tersisa.

Ekspedisi pimpinan Sourouzian telah menggali berbagai artefak dan patung-patungan dari reruntuhan itu, termasuk juga dua patung Amenhotep yang dibuat dari granit hitam yang ditemukan pada Maret lalu.

source: http://unic77.blogspot.com/2010/08/penemuan-besar-gan-di-temukannya-kepala.html

Menara Mesjid Yang Didirikan Pertama Kali di Dunia




Menara masjid udah tau kan ?? itu lho yang biasanya paling tinggi dan ada speaker utuk pengeras adzan.. nah tahu gak sih kapan pertama kali menara itu didirikan.. berikut ulasannya..

Menara (minaret) adalah salah satu unsur arsitektural Islam yang dianggap penting pada bangunan masjid. Menara muncul dari kebutuhan pada panggilan untuk shalat. Suara muadzin dari atas menara diharapkan dapat di dengar dari jarak jauh.

Pada awal perkembangannya, Islam belum mengenal adanya bangunan menara pada masjid. Menurut sarjana Inggris terkemuka yang mengkaji arsitektur Islam, KAC Creswell, Masjid Quba yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah tak dilengkapi dengan menara. ”Pada saat Nabi Muhammad belum dikenal menara,” ungkap Creswell.

Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam 4: Pemikiran dan Peradaban disebutkan, semasa Rasulullah SAW hidup, panggilan untuk shalat dikumandangkan dari atap rumahnya di Madinah. Begitu pula pada era kepemimpinan Khulafa ar-Rasyidin, papar Creswell, masjid-masjid yang dibangun belum diengkapi dengan bermenara. Hanya saja ada semacam ruang kecil di puncak teras masjid sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan.

Lalu kapan menara masjid pertama kali dibangun? Laman Wikipedia menyebutkan menara tersebut dibangun di Basra pada tahun 665 Masehi sewaktu pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan. Muawiyah mendukung pembangunan menara masjid untuk menyaingi menara-menara lonceng di gereja.

Namun menurut Creswell, jejak menara di dunia Islam pertama kali ditemukan di Damaskus mulai tahun 673 M. ”Menara pertama kali berdiri di samping masjid 41 tahun setelah Nabi Muhammad SAW tutup usia,” tutur Creswell. Meski begitu, beberapa sarjana mengungkapkan, di rumah Abdullah ibnu Umar berdiri sebuah tiang. Dari atas tiang itu adzan dikumandangkan adzan sehingga bisa terdengar sampai jauh. Konon, tiang itu masih berdiri hingga abad ke-10 Hijriyah.


Menara masjid Aswan di Mesir

Sekitar tahun 703 M atau 91 H, Umar ibnu Abdul Aziz juga telah membangun empat menara di setiap sudut Masjid Nabawi. Setiap menara tingginya mencapai sembilan meter. Melalui menara itu, muadzin bisa mengumandangkan panggilan shalat. Sementara itu, Ensklopedia Britanicca menyebutkan, menara masjid tertua di dunia terdapat di Kairouan, Tunisia yang dibangun antara tahun 724 M hingga 727 M.

Tradisi Byzantium

Versi lain menyebutkan, Khalifah Al-Walid I (705-715) dari Bani Umayyah merupakan pemimpin muslim pertama yang memasukkan unsur menara sebagai salah satu unsur khas dalam arsitektur masjid. Semasa berkuasa, Al-Walid I memang dikenal sebagai pemimpin yang punya selera dan kepedulian tinggi dalam rancang bangun arsitektur.

Tradisi membangun menara ini diawali ketika Al-Walid I memerintahkan pemugaran bekas bangunan basilika Santo John menjadi sebuah masjid besar, yang kemudian menjadi Masjid Agung Damaskus. Awalnya, pada bekas bangunan basilika tersebut terdapat dua buah menara yang berfungsi sebagai penunjuk waktu, lonceng pada siang hari dan kerlipan lampu pada malam hari.

Menara itu merupakan salah satu ciri khas bangunan Byzantium. Dalam Ensikopedia Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH) disebutkan, asal-usul menara sebagai sebuah bangunan arsitektural mungkin didasarkan pada satu ada campuran beragam sumber. Ada yang menyebutkan berasal dari menera api simbolis Zoroaster hingga menara pengawas Romawi, mercu suar pantai, hingga gereja.

Namun, terlepas dari mana asal-muasalnya, Khalifah Al-Walid I amat tertarik untuk mempertahankan kedua menara yang bertengger di basilika Santo Jhon itu. Bahkan, untuk mempertegas wibawa dan kemegahan Masjid Agung Damaskus itu, dia kemudian membangun lagi sebuah menara di sisi utara pelataran masjid (tepat di atas Gerbang al-Firdaus). Menara itu pun biasa disebut Menara Utara Masjid Damaskus.

Setahun kemudian (706 M), Khalifah Al-Walid I memutuskan memugar Masjid Nabawi di Madinah. Awalnya, masjid itu tak dilengkapi satu menara pun. Atas perintah Al-Walid I, para arsitek mulai membangun menara masjid sebagai tempat muadzin untuk mengumandangkan adzan. Bentuk menara pada Masjid Nabawi dan menara utara Masjid Damaskus sangat mirip, terutama pada ornamen kubah puncak menara yang ramping.


source: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/08/inilah-menara-mesjid-yang-pertama-kali.html 

Inilah Kota Tua Yang Terletak di Bawah Laut Yunani





Para geo-arkeologi laut kembali membuat prestasi besar dengan keberhasilannya mengungkap keberadaan kota kuno yang terendam di bawah laut. Kota bernama Pavlopetri di Yunani ini diperkirakan eksis pada jaman perunggu yakni 5000-6000 tahun lalu atau 12000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan semula. Yang menarik, jejak keberadaan kota yang tenggelam 4-5 meter di bawah laut ini masih terlihat jelas, termasuk runtuhan bangunan serta benda-benda peninggalannya seperti tembikar, keramik, dll.




Para ahli memperkirakan, inilah kota bawah laut tertua di dunia yang berhasil ditemukan. “Diperkirakan kota yang tenggelam ini adalah kota pelabuhan. Hal ini ditandai dari bangkai kapal yang berada di dekatnya. Penemuan keramik zaman neolitikum, merupakan suatu yang luar biasa. Kota ini dulunya adalah tempat perdagangan barang dan jasa yang maju,” ujar.Geo-arkeologi laut Dr Nic Flemming dari National Oceanography Centre, Southampton.

Pavlopetri terletak di kedalaman 3 – 4 meter di bawah air tidak jauh dari pantai berpasir selatan Laconia.

Kotanya masih sangat lengkap. Bangunan rumah, jalan, halaman, gedung peribadahan, kuburan, semuanya sudah dipetakan menggunakan perlengkapan 3-D digital yang paling mutakhir.

Pavlopetri dulunya diperkirakan berasal dari periode Mycenaean (sekitar 1680-1180 SM), dari masa sejarah Yunani Kuno yang kaya akan kesusasteraan dan mitos. Dari benda-benda tembikar Neolitis yang baru saja ditemukan menunjukkan tempat ini mungkin telah ditempati sejak sedikitnya 2800 SM. Dengan mempelajari tempat bahari penting ini, peneliti berharap untuk dapat lebih mengerti tentang peninggalan dari masyarakat Yunani Zaman Perunggu.




Proyek pengungkapan kota ini dilaksanakan oleh suatu tim multidisipliner, termasuk Dr Flemming, yang dipimpin oleh Mr Elias Spondylis, Ephorate dari Underwater Antiquities dari Kementerian Kebudayaan Hellenic di Yunani dan Dr Jon Henderson, seorang arkeolog bawah air dari Departemen Arkeologi di Universitas Nottingham.

Kota kuno bawah air ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 oleh Flemming, kemudian di National Institute of Oceanography. Ia dulu memperkirakan kota itu berasal pada jaman perunggu 2000 BC. Flemming kemudian bergabung dengan tim dari Cambridge University pada1968, untuk melakukan penelitian.

Hasilnya diterbitkan oleh The British School di Athena pada tahun 1969, namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. Penelitian itu stag’ selama 40 tahun, Sejak itu tidak ada lagi peneliti yang masuk ke sana untuk mengungkap misteri kota kuno itu. Tahun 70-an Flemming bergabung dengan arkeolog dari University of Nottingham dan Ephorate dari Underwater Antiquities dari Kementerian Kebudayaan Hellenic, kembali memulai penelitian pada situs kuno itu.



“Apa yang kami temukan di sini adalah sesuatu yang dua atau bahkan tiga ribu tahun lebih tua daripada sebagian besar kota terendam yang telah dipelajari,” kata Flemming: “Dan uniknya, kami memiliki rencana kota yang lengkap, utama jalan-jalan dan semua bangunan domestik. Kita dapat mempelajari bagaimana itu digunakan sebagai pelabuhan, di mana kapal-kapal datang dan bagaimana perdagangan dikelola. ” jelasnya.

Dr. Jon Henderson, seorang arkeolog dari Universitas Nottingham, bergabung memimpin penelitian dengan Elias Spondylis dari Benda Purbakala Bawah Air Ephorate bagian dari Kementrian Kebudayaan Hellenic di Yunani. Dr. Henderson adalah arkeolog pertama dalam 40 tahun yang mendapat surat izin resmi dari pemerintah Yunani untuk bekerja di sana.

“Hal ini sangat menggairahkan. Saya pernah membaca tentang situs ini ketika saya masih muda dan sulit dipercaya bahwa saya bukan hanya menyelam di sana tetapi juga berkesempatan untuk mengerjakannya. Kemudian kami menemukan sekitar 9.000 meter persegi gedung baru yang baru-baru ini tampak karena pergerakan di pasir, sungguh luar biasa,” kata Dr. Henderson.

source: http://surabayacybercity.blogspot.com/2010/10/pavlopetri-kota-tertua-di-dunia-yang.html

Sejarah Dan Proses Pembuatan Patung Liberty New York





Patung Liberty
Liberty Enlightening the World, lebih dikenal dengan nama Statue of Liberty atau Patung Liberty dalam bahasa Indonesia, adalah suatu patung berukuran raksasa yang terletak di Pulau Liberty, di muara Sungai Hudson di New York Harbor, Amerika Serikat. Patung ini dihadiahkan Perancis untuk Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan merupakan suatu simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang kembali.

Patung perunggu yang diberikan pada tanggal 28 Oktober 1886 ini merupakan hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara. Pemahat patung adalah Frederic Auguste Bartholdi, dan Gustave Eiffel (desainer Menara Eiffel) merancang struktur penyangga dalamnya. Patung Liberty adalah salah satu lambang AS yang paling terkenal di seluruh dunia, dan melambangkan kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan.

Patung Liberty, Menjadi kebanggaan dan simbol Kota New York, ternyata bukan dibuat di New York. Patung tersebut, yang ternyata di desain oleh pemahat Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi pertama kali dibangun dan disusun di Prancis pada tahun 1874. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100. Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama proses pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100.

Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas landasansetinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, sementara bagianluarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun Menara Eiffel.
Baru–baru ini perpustakaan umum di New York mengungkap beberapa gambar yang memperlihatkan tahapan konstruksi pada pembuatan patung liberty. Kembali ke masa lalu dan melihat pemandangan luar biasa di belakang foto dari penciptaan struktur superlatif ini.
Mulanya sebuah bentuk raksasa yang dibentuk. Skala yang digunakan dalam proses pembangunan dapat dilihat bahwa para pekerja melihat ke kamera yang merupakan penemuan yang baru ditemukan. Nama yang diambil memiliki arti bahwa Liberty akan menerangi dunia, dibangun dengan menggunakan tembaga murni meskipun pada gambar terlihat seperti marmer. Liberty merupakan sebuah keajaiban yang tercipta dari kontribusi Perancis dan Amerika.

Foto di atas diambil oleh seorang fotografer bernama Fernique Albert, gambar-gambar yang diambil sekitar 1883, dan harus diakui pula tentang kehandalah fotografer tersebut karena berhasil mengabadikan pembangunan karya yang luar biasa megah dengan mengcapcute bagian – bagian yang ada mengingat besarnya patung tersebut. Perancis telah memutuskan untuk memberikannya ke Amerika Serikat sebagai simbol perayaan kemerdekaan bahwa Amerika dan dunia tidak akan pernah lupa. Proses pembangunan patung ini sungguh-sungguh lambat dan penuh dengan kesulitan keuangan.
Pada saat itu di Perancis terjadi kekacauan politik, banyak orang melihat kembali pada waktu Napoleon dan sebelum monarki dengan menginginkannya kembali. Politisi Perancis yang licik kemudian melihat Lady Liberty sebagai cara terbaik untuk maju untuk dapat merebut Amerika.
Pada gambar tersebut terlihat pembalutan lengan kiri pada patung yang sebelumnya telah dibuat kerangka lengannya. Karena ada banyak pekerjaan di bawah carapace, sehingga politisi Perancis memiliki motif tersembunyi. Tujuan di mata politik sebagai hadiah adalah untuk membuat paham republic sebagai pusat ideologi politik dalam pikiran masyarakat. Bagaimanapun mereka tidak pernah berhasil sepenuhnya menanamkannya di masyarakat tetapi Perancis tidak boleh salah berpikir. Harus dikatakan di sini yang biasa Perancis, melalui substansial dari membeli tiket lotere (dan dana usaha) mempunyai tujuan yang lebih suci di hati mereka daripada politisi.

Wajahnya terinspirasi seperti dewa matahari Roma, Apollo atau setara Helios – Yunani. Bumi sebagai pusat sumber inspirasi pada perempuan dalam kehidupan seorang pengukir bernama Frederic Auguste Bartholdi. Mungkin juga setelah Isabella Eugenie Boyer yang merupakan figure yang baik di Perancis pada masa itu. Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa percaya terhadap patung sebenarnya milik ibu Bartholdi bahwa Bartholdi tidak pernah mengungkapkan kebenaran model wajah, namun jika hal ini terjadi Freud akan mempunyai sebuah lapangan harian.
Pertama Bertholdi membuat model dengan skala kecil, yang masih ditampilkan di Jardin du Luxembourg di kota patung asli konstruksi di Paris. Sebelum patung itu dikirim ke Amerika, namun, patung itu harus dilihat untuk diuji. Pada kunjungan ke Mesir, Bartholdi dari menemukanan visi kebebasan yang sampaikan proporsi yang hadir. Kemudian pada tahun 1876 Perancis memberikan patung tersebut sebagai hadiah perayaan kemerdekaan ke seratus.
Sedikit demi sedikit, patung mulai terlihat bentuknya. Bertholdi melihat Terusan Suez dalam proses pembangunan tahun 1860an dan terinspirasi untuk membangun sebuah figur raksasa pada pintu masuk. Dia merencanakan untuk membangunnya tapi ditolak oleh pemerintah Mesir mengingat pada saat itu terjadi kesulitan keuangan. Patung telah dibangun di Mesir sebagai mercusuar, ide yang tidak akan pernah diambil untuk Amerika. Patung Liberty seperti yang kita tahu sebenarnya telah digunakan sebagai mercusuar, dari pembukaan tahun 1886 sampai 1902 – yang pertama di dunia yang menggunakan listrik.
Terdapat masalah strultural yang cukup besar yang harus dialamatkan dalam perancangan dan pembangunan sebuah patung seperti luasnya. Masukkan dari Gustave Eiffel, yang kemudian akan melanjutkan untuk membangun menara yang masih mendominasi jalan layang kota Paris.. Koechlin membuat sebuah tiang besar dari besi tempa dan kerangka bingkai untuk memastikan bahwa patung tidak akan jatuh di bawah angin tinggi.
Akhirnya pada tanggal 4 Juli 1876 terbentuklah patung yang selama ini dibangun. Hanya tangan kanan dan obor yang belum selesai Namun, karena Amerika telah mengambil tanggung jawab untuk pembangunan alas, maka potongan-potongan patung yang ditampilkan kepada Amerika berkenaan dengan pinggang di Centennial Exposition (di Philadelphia). Dan juga terlihat pula upaya untuk pendandanan alas patung.

Sebuah patung raksasa yang melambangkan gagasan dan aspirasi dari Amerika oleh Presiden Grover Cleveland di Liberty Island (nama dari Bedloe Love’s Island). Liberty ditetapkan sebagai simbol kebebasan dan obor yang dipegang adalah sebagai simbol penerangan bagi warga amerika.

source: http://fobita.com/2010/05/01/proses-pembuatan-patung-libertywith-pics/

Legenda Spring heeled Jack Si Tumit Pegas

Penyerang itu bertubuh tinggi, memiliki telinga dan hidung yang ujungnya lancip dengan mata yang terlihat menyala-nyala. Ia mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyerang korban perempuannya, ia mengoyak pakaian dan tubuh mereka dengan cakarnya yang tajam seperti besi. Apabila ia melarikan diri, ia tidak berlari seperti manusia pada umumnya, ia melompat dengan tinggi. Para saksi mata yang melihat figur itu berani bersumpah kalau ia memiliki pegas di kedua tumitnya.

Hampir 200 tahun berlalu sejak makhluk yang dijuluki Spring Heeled Jack (Jack si tumit pegas)

Sepertinya akan sangat sukar untuk menganggap keberadaannya sebagai kebohongan karena penampakan Jack tercatat di seluruh Inggris mulai dari London hingga Liverpool.

Beberapa peneliti menganggap makhluk ini sesungguhnya hanyalah seorang peneror sakit jiwa seperti Jack the Ripper. Namun, sebagian lagi percaya kalau Jack adalah makhluk yang bersifat supranatural, bahkan mungkin ia adalah sang iblis sendiri.

Dalam dunia Cryptozoology, Jack digolongkan ke dalam "Penyerang siluman", sejajar dengan Penyebar gas gila dari Matton dan Badut Siluman. Penyerang siluman sendiri adalah kategori makhluk penyebar teror dengan penampilan seperti manusia namun memiliki kemampuan melebihi manusia pada umumnya.

meneror kota London. Hingga kini, setiap peneliti yang melihat kembali kepada kisah luar biasa ini hanya bisa berspekulasi mengenai identitasnya yang misterius.
Tetapi, siapa Jack si tumit pegas sebenarnya?

Laporan penampakan pertamaJack si tumit pegas pertama kali muncul dari kegelapan pada tahun 1837 di London.

Di tahun itu, pada suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang dari kantornya ketika ia menyaksikan satu makhluk melompati sebuah pagar tinggi di pekuburan dengan mudahnya dan mendarat tepat di jalan di depannya. Makhluk itu kemudian segera menghilang di kegelapan malam.

Perjumpaan selama beberapa detik itu sudah cukup untuk membuatnya bergidik ketakutan.

Apa yang membuat pria itu kaget setengah mati adalah figurnya yang tidak biasa. Tubuhnya terlihat seperti seorang pria berotot dengan mata merah menyala serta telinga dan hidung yang ujungnya lancip.

Peristiwa perjumpaan itu mulai menyebar di kota London. Awalnya hanya terdengar seperti sebuah rumor, namun para penduduk London segera menyadari kalau mungkin mereka memang sedang berhadapan dengan sesuatu yang nyata.

Pada tahun-tahun berikutnya, Jack mulai terkenal karena penyerangan-penyerangan yang dilakukannya terhadap para wanita.

Mary Stevens
Pada bulan Oktober tahun yang sama, seorang perempuan bernama Mary Stevens sedang berjalan menuju lavender Hill.

Ketika ia berjalan melewati Clapham Common, satu makhluk misterius melompat keluar dari gang yang gelap. Makhluk itu segera memegang Mary di kedua lengannya dan menciumi wajahnya. Mary bisa merasakan cakarnya yang dingin merobek kulitnya.

Dalam ketakutan yang luar biasa, Mary berteriak dengan sekuat tenaga sehingga makhluk itu segera melarikan diri.

Hari berikutnya, makhluk itu muncul di dekat rumah Mary. Ia melompat di dekat sebuah kereta yang menyebabkan sang kusir panik dan kehilangan kendali sehingga keretanya terbalik. Menurut mereka, makhluk itu melompat hingga ketinggian sekitar 2,7 meter sambil mengeluarkan suara tertawa yang aneh.

Intensitas laporan yang meningkat membuat media-media di London mulai memberitakannya. Segera, makhluk misterius itu mendapatkan sebuah nama: Spring heeled Jack atau Jack si tumit pegas.

Jane AlsopBeberapa bulan kemudian, Jack kembali beraksi!

Pada suatu malam pada tanggal 19 Februari 1838, Jane Alsop mendengar suara ketukan di pintunya. Suara yang menyertai ketukan itu menyebutkan kalau dirinya adalah petugas polisi.
"Saya adalah seorang petugas polisi. Demi Tuhan, cepat bawakan sebuah lampu, kami telah berhasil menangkap Jack si tumit pegas di jalan desa."
Mendengar itu, Jane bergegas mengambil sebatang lilin untuk pria tersebut dan kemudian menyadari kalau pria itu mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyodorkan lilin itu, pria itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan.

Jane melihat pria yang berdiri di hadapannya memiliki mata yang merah menyala. Ia bahkan berani bersumpah kalau ia melihat pria itu mengeluarkan lidah api berwarna biru dan putih dari mulutnya. Selain itu, ia juga terlihat mengenakan sesuatu seperti helm dan pakaian yang ketat.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, pria itu segera mencengkeram wanita malang itu dan merobek pakaiannya. Jane berteriak sekuat tenaga dan akhirnya berhasil melepaskan diri dan berlari ke depan rumah. Makhluk itu berhasil menangkapnya kembali dan merobek leher dan lengannya dengan cakarnya yang sepertinya terbuat dari besi.

Setelah itu, makhluk itu menghilang begitu saja. Akhirnya Jane ditemukan dan ditolong oleh kakak perempuannya. Nyawanya berhasil diselamatkan.

Namun, Jack belum selesai. Delapan hari kemudian, ia kembali menyerang.

Lucy ScalesPada malam tanggal 28 Februari 1838, Lucy Scales yang berusia 18 tahun sedang berjalan melewati distrik Limehouse bersama kakak perempuannya. Ketika mereka melewati jalan Green Dragon, satu figur tinggi dengan jubah terlihat berdiri di hadapan mereka. Tiba-tiba makhluk itu meludah, namun yang keluar dari mulutnya adalah lidah api berwarna biru.

Lidah api itu mengenai wajah Lucy dan membuatnya buta sesaat. Sementara Lucy terkapar di tanah dan mengeluh kesakitan, makhluk itu dengan tenang membalikkan badannya dan menghilang dalam kegelapan malam.

Berita penyerangan itu menyebar dengan cepat dan sekarang rasa panik menyerang kota London!

Jack meneror Inggris
Tidak berapa lama setelah media-media London memberitakan kisah penyerangan Jane Alsop, seorang pria bernama Thomas Millibank muncul ke publik dan mengaku sebagai Jack si tumit pegas. Tanpa buang waktu, polisi segera menangkapnya. Namun ia segera dilepaskan karena Jane bersikeras kalau makhluk yang dilihatnya mengeluarkan nafas yang terlihat seperti lidah api. Thomas mengaku kalau ia tidak bisa melakukan hal itu.

Setelah pengakuan Thomas Millibank, Jack menghilang selama beberapa tahun.

Pada tahun 1840, gelombang penampakan kembali menyapu Inggris. Para saksi mengaku melihat Jack, mulai dari Northamptonshire hingga East Anglia.

Pada tahun 1855, Jack muncul di Black Country. Ia terlihat di Old Hill sedang melompat dari atap sebuah penginapan menuju atap sebuah toko daging di seberang jalan.

Pada tahun itu juga, jejak-jejak kaki misterius, yang sering disebut jejak kaki setan, muncul di Devon. Jack disebut-sebut sebagai makhluk yang meninggalkan jejak tersebut.

Lalu, Jack kembali menghilang selama hampir 20 tahun.

Pada November 1872, harian News of the World melaporkan adanya makhluk misterius yang disebut "Peckham Ghost" yang telah muncul dan menyebar teror di kota Peckham. Banyak yang percaya kalau makhluk itu sesungguhnya adalah Jack si tumit pegas yang kembali beraksi.

Pada April dan Mei 1873, para penduduk Sheffield melaporkan adanya makhluk yang deskripsinya mirip dengan Jack si tumit pegas.

Pada Agustus 1877, Jack muncul di barak perajurit Aldershot. Kemunculannya di tempat ini tercatat sebagai salah satu kisah penampakan Jack yang paling terkenal.

Saat itu seorang prajurit jaga melihat sebuah figur besar sedang berdiri dan membuat suara-suara berisik dengan logam. Prajurit itu menegurnya, namun tidak terdengar adanya jawaban. Lalu, figur itu menghilang selama beberapa saat.

Prajurit itu membalikkan badannya karena ingin kembali ke pos jaga. Tak disangka, figur itu muncul di sebelahnya dan memukul wajahnya. Beberapa prajurit lain yang mendengar keributan itu segera berdatangan ke lokasi. Ketika sampai di tempat kejadian, mereka melihat teman mereka sedang terkapar di tanah dengan satu figur aneh berdiri di dekatnya.

Figur itu lalu melompat tinggi melewati kepala dan mendarat di belakang mereka. Salah seorang prajurit segera menembaknya. Namun ia segera menghilang di semak-semak, terlihat tidak terpengaruh oleh tembakan itu.

Pada musim gugur 1877, Jack terlihat muncul di Newport Arch di Lincolnshire. Di tempat itu, Jack berhasil dikepung oleh para penduduk desa. Namun, ia melompat tinggi dan berhasil lolos.

Pada tahun 1886, Birmingham Post melaporkan penampakan Jack di salah satu edisinya:
"Pertama, seorang perempuan muda, lalu seorang pria, mereka merasakan sebuah tangan yang dingin menyentuh pundak mereka. Ketika mereka membalikkan badan, mereka melihat wajah bercahaya yang mengucapkan selamat malam."
Pada tahun 1888, 51 tahun setelah Jack pertama kali muncul, ia kembali terlihat di Everton, di atas atap gereja Saint Francis Xavier.

Pada tahun 1904, beberapa saksi mengaku melihat Jack di William Henry Street. Ia melompat dari jalan itu menuju atap-atap rumah penduduk.

Penampakan William Henry Street adalah penampakan Jack yang terakhir dilaporkan karena setelah itu Jack seperti menghilang ditelan bumi. Jika makhluk yang terlihat itu benar-benar Jack si Tumit pegas, itu artinya ia telah meneror Inggris selama 67 tahun.

Siapakah Jack si Tumit Pegas sesungguhnya?
Tidak ada yang tahu pasti siapa Jack si tumit pegas sebenarnya. Ini menyebabkan munculnya berbagai teori mengenai identitas makhluk ini sebenarnya.

Sebagian percaya kalau Jack adalah makhluk ekstra terestrial dengan mata merah retro reflektif dan nafas fosfor. Sebagian lagi percaya kalau Jack adalah Iblis yang diundang oleh para pelaku okultis.

Namun, menurut mereka yang skeptis, laporan penampakan Jack hanyalah sebuah histeria massa yang dipicu oleh kepercayaan adanya bogeyman atau iblis yang dipercaya banyak orang di abad ke-19. Tentu saja, ini adalah jawaban yang paling mudah. Namun, bagi peneliti lainnya, ada jawaban yang lebih masuk akal.

Beberapa penulis percaya kalau Jack sesungguhnya hanyalah seorang manusia dengan peralatan yang aksinya kemudian ditiru oleh orang lain pada tahun-tahun berikutnya.

Salah satu yang percaya dengan teori ini adalah Sir John Cowan, walikota London pada saat Jack meneror kota itu. Ia percaya kalau sekelompok anak-anak muda kaya yang iseng mungkin telah bertanggung jawab menciptakan karakter Jack.

Sebuah rumor populer yang beredar pada tahun 1840 menyebutkan kalau Jack sebenarnya adalah seorang bangsawan Irlandia bernama Henry de la Poer Beresford III, The Marquess of Waterford.

Tuduhan ini muncul karena bangsawan itu terkenal karena kesukaannya akan humor kasar, vandalisme dan perilaku buruknya terhadap wanita. Perilaku buruk Ini membuatnya dijuluki "Mad Marquess".

Pada tahun 1880, penulis E. Cobham Brewer juga menuduh Marquess Waterford sebagai Jack Spring Heeled. Menurutnya:
"Marquess biasa menghibur dirinya dengan mengejutkan para pejalan kaki, ia biasa menakut-nakuti mereka, dan dari waktu ke waktu orang-orang selalu mengikuti perilakunya."
Henry de la poer Beresford III
Marquess of Waterford meninggal pada tahun 1859. Brewer percaya, kalau sepeninggalnya, keisengan sang Marquess telah ditiru oleh orang lain.

Penulis buku "The legend and Bizarre Crimes of Spring Heeled Jack" bernama Peter Haining juga percaya dengan teori ini. Menurut Haining, Marquess mungkin telah meminta temannya untuk menciptakan peralatan yang memungkinkannya melompat tinggi dan menyemburkan nafas api.

Argumen lainnya yang cukup menguatkan teori ini adalah keberadaan Marquess yang sesuai dengan munculnya serangan-serangan Jack.

Sebagai tambahan bukti, Haining mengatakan kalau seorang bocah yang pernah melihat Jack mengaku menyaksikan adanya huruf W pada tudung yang dikenakannya. Ini bisa jadi merupakan inisial dari "Waterford".

Namun menariknya, jika sang bangsawan itu adalah Jack, peralatan macam apa yang digunakannya?

Selama perang dunia II, para prajurit Jerman dilaporkan pernah menggunakan pegas pada sepatu mereka. Ketika mereka menggunakannya, yang didapat adalah kaki dan tumit yang patah.

Jika Marquess of Waterford adalah Jack, maka pastilah ia memiliki peralatan yang sangat menarik.

Walaupun mungkin kita tidak akan pernah tahu identitas makhluk ini sebenarnya, namun, mungkin saja suatu hari dari kegelapan malam yang pekat, Jack si tumit pegas akan muncul dan melompat kembali.